Search This Blog

Thursday, February 26, 2009

mmmm ntah la tak taw letak tajuk per

Aku disini tersentak
Terkesima tanpa kata
Seakan dunia gelap tanpa cahaya
Seolah cahaya hilang di telannya

Ku mencintai bukan membenci
seketika itu ku cuba untuk memahami
Arti cinta sebnarnya
Tapi kenapa hanya luka yang ku dapat

Kini ku cuba untuk mengait kembali seutas demi seutas
Ketika ikatan yang akan utuh itu kau hancurkan dengan
Dengan sembilu tajam
Kau merobekkanya seolah kau tak mempuyai rasa

Aku hanya terdiam melihatnya
Seakan pasrah dengan semua
kerana aku tidak membenci
bukan ku saja yang disakiti

Semoga kau bahagia
Dengan luka ku ini
Semoga kau tenang
Dengan pederitaan hati

Sesungguhnya tuhan melihat
Mendengar
Dan mersakan
Apa yg kurasa
Dia tak diam
Tapi dia selalu mendengar do’a ku

Suatu saat kau akan tau
Arti cinta sebenar nya..

yang lahir dari hati kecil ini..

pergi..

Mereka tertawa seolah aku tak merasakan apa-apa
Seperti perpisahan hanyalah sebuah perkara biasa
Mengolok-olok dan memberi semangat seadanya
Kawan… aku baru saja kehilangan cinta

Semua melarangku menangis, hatiku tak boleh menjerit
Tapi mereka tertawa… bukannya memapah jiwaku yang lemah
Tak ada lagi singa dan serigala di dalam jiwaku kini
Kumohon tolong, berhentilah menertawakan kepergiannya !

Aku hanya ingin engkau tahu, bukan menertawakanku
apalagi menghinaku… sebab engkau kawanku
Jika tak bisa kau berikan aku simpatimu
Jika tak bisa kujadikan engkau penguatku

Kumohon berikan aku ruang sunyi untuk mendamaikan diri
untuk mengenangnya pergi…
untuk menantinya datang kembali…
untuk membangun semangatku lagi…

puisi aku penghuni jalanan

kamu……
Malam ini sunyi sekali….
Menunggu kamu tepati janji…
Aku rindu kamu temani…
Meski untuk terakhir kali…
kamu…..
Aku sudah tidak larat…
Nafas ini semakin berat…
Merangkak saja aku tak kuat…
Apa lagi memburu berkat…
kamu…..
Aku sangat lapar…
Malam kemarin kamu tak sabar…
Nasi untukku kamu lempar…
Wajah kurusku kamu tampar…
kamu….
Jika kamu tak ingini…
Tak usah lagi kamu kesini…
Bila esok pagi aku pergi…
Jangan jasad ini kamu tangisi…

aku dan lukisan potretku

puisi sesuatu

alunan violin itu mengingatkan aku kepada sesuatu
sesuatu yang pernah kumiliki dulu
sesuatu yang mengguris hatiku seketika itu
sesuatu yang membuatkan aku termenung
fikiranku kosong mengingatkan kisah lalu
terdetik hatiku mengenangkan kisah lalu
yang banyak mengguris perasaanku
lalu aku mengingatkan diriku yang terawang dialam lalu
smua itu sudah berlalu
aku harus bangkit dari khayalanku
aku...dan diriku...
harus mencari sinar baru
aku harus meredah lautan kehidupan yang dipenuhi ranjau
mencari sinar yang tidak akan datang

lukisan mindaku

Puisi menunggu

Kekiri kebun itu kehutan aku hilang.
ke timur aku kosong aku terus bosan dan tertekan.
seperti waktu yang terus saja meningalkan aku jauh
kedasar kerak bumi yang belum pernah diterokai
warna aku rindu
jiwaku biru
menunggu cintaku umpama sibuta yang melihat syurga
umpama lampu yang berbunyi hitam
lalu menunggu aku terus
kini malam tibalah meninggalkan cahaya matahari dibebankan
dengan bunyi rintisan hujansperti saja aku mahu mengejar
gunung yang besarnya tak terdakap
seperti itulah rinduku pada???
kini aku terus menunggu
untuk hilang saja aku dilautan luas